PP. Muhammadiyah Haedar Nashir Menilai: Polri Langsung Dibawah Presiden Sangat Tepat

Avatar

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jambi- Netizenjambi.com- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu tidak relevan dengan arah reformasi nasional yang telah dijalani Indonesia sejak 1998. Menurutnya, reformasi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade justru menempatkan institusi-institusi strategis negara secara langsung di bawah Presiden.

“Indonesia sudah 20 tahun lebih menjalani reformasi dengan segala risiko dan capaian pentingnya. Salah satu hasil reformasi 1998 adalah menempatkan institusi-institusi penting langsung di bawah Presiden,” kata Haedar dalam keterangannya, dilansir Antara, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan, daripada kembali mengubah struktur kelembagaan, bangsa ini seharusnya fokus pada penguatan dan konsolidasi reformasi yang sudah berjalan. Perubahan struktural dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru yang tidak substantif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammadiyah, kata Haedar, berpandangan bahwa berbagai persoalan yang muncul di institusi negara, baik Polri, TNI, maupun lembaga pemerintahan lainnya, lebih tepat diselesaikan melalui reformasi internal.

“Kalau ada masalah di Polri, TNI, atau komponen negara lainnya, lebih baik dilakukan reformasi dari dalam. Itu jauh lebih substantif,” tegasnya.

Haedar juga menilai keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menetapkan Polri tetap berada di bawah Presiden sejalan dengan platform dan semangat reformasi nasional sejak 1998. Ia meyakini pandangan tersebut juga dianut oleh berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, yakni mendorong penguatan reformasi internal sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Pandangan ormas-ormas itu pada umumnya mendorong reformasi dari dalam sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi,” tuturnya.

Sumber dilangsir: detikNews

Baca Juga  Bupati Fadhil Beserta Wakil Bahktiar Hadiri Rapat Paripurna DPRD Pelantikan DPRD Masa Jabatan 2024-2029

Berita Terkait

Kapolri Tegaskan Pertahankan Posisi Polri Tetap Dibawah Presiden: Maulana Selaku Pengamat Juga Menilai
Gubernur Sumsel Nyatakan Sikap: Saya Dukung Polri Tetap Langsung Dibawah Presiden
DPP GEMA Mathla’ul Anwar: Dukung Polri Tetap Dibawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi
PP. Gerakan Pemuda Islam Indonesia Dukung: Polri Tetap Dibawah Presiden
Kedudukan Polri Dibawah Presiden Bukan Kebetulan: Melainkan, Berikut, Ulasannya
Secara Normatif, Posisi Polri Dibawah Presiden Sudah Tepat
Menurut Dr.Mochammad Farisi, Kedudukan Polri dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Menolak Polisi Ditempatkan di Bawah Kementerian, Berikut Alasannya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:13 WIB

Kapolri Tegaskan Pertahankan Posisi Polri Tetap Dibawah Presiden: Maulana Selaku Pengamat Juga Menilai

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:27 WIB

PP. Muhammadiyah Haedar Nashir Menilai: Polri Langsung Dibawah Presiden Sangat Tepat

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:55 WIB

Gubernur Sumsel Nyatakan Sikap: Saya Dukung Polri Tetap Langsung Dibawah Presiden

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:02 WIB

DPP GEMA Mathla’ul Anwar: Dukung Polri Tetap Dibawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:32 WIB

PP. Gerakan Pemuda Islam Indonesia Dukung: Polri Tetap Dibawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:40 WIB

Secara Normatif, Posisi Polri Dibawah Presiden Sudah Tepat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:08 WIB

Menurut Dr.Mochammad Farisi, Kedudukan Polri dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

Senin, 26 Januari 2026 - 21:59 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Menolak Polisi Ditempatkan di Bawah Kementerian, Berikut Alasannya

Berita Terbaru